Inna lilaahi wa inna ilaihi roji’uun. Turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya Pak Rachmat Widodo Adi, dosen Fisika UI dan salah seorang pembina Tim Olimpiade Fisika Indonesia (TOFI), pada Minggu 13 April lalu.
Beberapa tahun lalu, saya sempat terlibat dalam serangkaian diskusi lewat media email dengan beliau. Posting ini adalah salah satu hasil diskusi tersebut (email yang saya kutip di sana adalah tulisannya). Masih teringat juga oleh saya, ketika beliau begitu gigih meladeni berbagai kritikan terhadap TOFI, yang diskusinya sempat saya rangkum di sini (kutipan di akhir posting tersebut berasal dari beliau).
Kabar kepulangannya cukup mengejutkan, mengingat baru beberapa hari lalu saya melihat posting-posting beliau bermunculan kembali di milis Fisika Indonesia. Komunitas sains Indonesia kembali kehilangan seorang putra terbaiknya. Selamat jalan pak Rachmat!



by phreakaholic
15 Apr 2008 at 11:33
well i’m sorry to hear that :(
_________
http://phreakaholic.wordpress.com
Pingback
by Ode yang tak selesai⦠« Noon at home, at anywhere
16 Apr 2008 at 07:18
[...] Murid-muridnya kehilangan ia. Dr. Yohanes Surya berkata bahwa bangsa ini kehilangan dirinya, seorang Dr. Rachmat Widodo Adi. Sedikit tentang almarhum telah diposting di sini [...]