<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Chernobyl</title>
	<atom:link href="http://blog.dhani.org/2008/04/chernobyl/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.dhani.org/2008/04/chernobyl/</link>
	<description>Pendar-Pendar Kehidupan</description>
	<lastBuildDate>Wed, 25 Jan 2012 06:23:48 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
	<item>
		<title>By: GONUKLIR - kunjungi kami disini</title>
		<link>http://blog.dhani.org/2008/04/chernobyl/comment-page-1/#comment-2271</link>
		<dc:creator>GONUKLIR - kunjungi kami disini</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 Jul 2009 19:49:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.dhani.org/?p=243#comment-2271</guid>
		<description>bicara mengenai nuklir memang syarat akan manfaat,nuklir itu luas sekali. aplikasinya dalam berbagai bidang sangat membantu sekali. mudah-mudahan masyarakat kita sadar akan manfaat ini

kita harus melihat permasalahn nuklir ini secara objektif,segala aspek ada positif negatif. ada yang menolak karena hanya melihat aspek negatifnya saja.
tapi manfaat nuklir itu sangant banyak.

mau bukti? kunjungi kami</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>bicara mengenai nuklir memang syarat akan manfaat,nuklir itu luas sekali. aplikasinya dalam berbagai bidang sangat membantu sekali. mudah-mudahan masyarakat kita sadar akan manfaat ini</p>
<p>kita harus melihat permasalahn nuklir ini secara objektif,segala aspek ada positif negatif. ada yang menolak karena hanya melihat aspek negatifnya saja.<br />
tapi manfaat nuklir itu sangant banyak.</p>
<p>mau bukti? kunjungi kami</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: mev</title>
		<link>http://blog.dhani.org/2008/04/chernobyl/comment-page-1/#comment-1675</link>
		<dc:creator>mev</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Sep 2008 01:34:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.dhani.org/?p=243#comment-1675</guid>
		<description>SDM buat mengoperasikan PLTN....????Hmm...menurut saya Indonesia dah mampu kok...Pernah liat orang-orang yang kerja di PRSG BATAN Serpong....??RSG-GAS yang teknologinya didesain mirip dengan PLTN ini dioperasikan oleh orang2 yang cukup profesional kok...Para pekerja disana bener2 mengutamakan safety....ya tau sendiri lah kalo mereka kerjanya g profesional yang rugi kan mereka sendiri....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>SDM buat mengoperasikan PLTN&#8230;.????Hmm&#8230;menurut saya Indonesia dah mampu kok&#8230;Pernah liat orang-orang yang kerja di PRSG BATAN Serpong&#8230;.??RSG-GAS yang teknologinya didesain mirip dengan PLTN ini dioperasikan oleh orang2 yang cukup profesional kok&#8230;Para pekerja disana bener2 mengutamakan safety&#8230;.ya tau sendiri lah kalo mereka kerjanya g profesional yang rugi kan mereka sendiri&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: sudah punya PLTN</title>
		<link>http://blog.dhani.org/2008/04/chernobyl/comment-page-1/#comment-1659</link>
		<dc:creator>sudah punya PLTN</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 30 Aug 2008 03:56:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.dhani.org/?p=243#comment-1659</guid>
		<description>:) Indonesia sudah punya PLTN. Tinggal dipasangi GENERATOR listrik.  Isu mengenai aspek IPOLEKSOSBUDHANKAM kayaknya sudah rampung toh... Instalasinya ada di PUSPIPTEK Serpong. Semua aspek tentang PLTN sudah dipelajari dan diatasi di Serpong.  Mari kita rayakan kepercayaan akan kemampuan Indonesia selama puluhan tahun.  Argumentasinya ada di pltnforpeace.wordpress.com (urun pendapat...  :) )</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>:) Indonesia sudah punya PLTN. Tinggal dipasangi GENERATOR listrik.  Isu mengenai aspek IPOLEKSOSBUDHANKAM kayaknya sudah rampung toh&#8230; Instalasinya ada di PUSPIPTEK Serpong. Semua aspek tentang PLTN sudah dipelajari dan diatasi di Serpong.  Mari kita rayakan kepercayaan akan kemampuan Indonesia selama puluhan tahun.  Argumentasinya ada di pltnforpeace.wordpress.com (urun pendapat&#8230;  :) )</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: dhani</title>
		<link>http://blog.dhani.org/2008/04/chernobyl/comment-page-1/#comment-1177</link>
		<dc:creator>dhani</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 01 Jun 2008 15:42:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.dhani.org/?p=243#comment-1177</guid>
		<description>@Zulfikar Hakim: Bukan apriori koq. Tidak ada yang salah dengan koran kita. Tapi, seperti prinsip media berita manapun juga, &quot;bad news is a good news&quot;. Kalau terlalu sering membaca &quot;bad news&quot; dari koran, otomatis mindset kita jadi terpengaruh. Kalau tiap hari kita baca koran, isinya cuma kasus korupsi, kriminal, bencana alam, dsb., kesannya seolah2 negara ini sudah tidak ada harapan lagi. Padahal kalau kita mau melihat ke sekeliling kita, kan keadaannya tidak seseram itu. 

Mudah2an maksud saya bisa tertangkap. :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Zulfikar Hakim: Bukan apriori koq. Tidak ada yang salah dengan koran kita. Tapi, seperti prinsip media berita manapun juga, &#8220;bad news is a good news&#8221;. Kalau terlalu sering membaca &#8220;bad news&#8221; dari koran, otomatis mindset kita jadi terpengaruh. Kalau tiap hari kita baca koran, isinya cuma kasus korupsi, kriminal, bencana alam, dsb., kesannya seolah2 negara ini sudah tidak ada harapan lagi. Padahal kalau kita mau melihat ke sekeliling kita, kan keadaannya tidak seseram itu. </p>
<p>Mudah2an maksud saya bisa tertangkap. :)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Zulfikar Hakim</title>
		<link>http://blog.dhani.org/2008/04/chernobyl/comment-page-1/#comment-1176</link>
		<dc:creator>Zulfikar Hakim</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 01 Jun 2008 13:17:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.dhani.org/?p=243#comment-1176</guid>
		<description>walah, teknis sekali mas. jadi menarik. 

btw, memangnya apa yang salah dengan koran kita, mas? sepertinya apriori sekali pada koran</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>walah, teknis sekali mas. jadi menarik. </p>
<p>btw, memangnya apa yang salah dengan koran kita, mas? sepertinya apriori sekali pada koran</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: emkaha</title>
		<link>http://blog.dhani.org/2008/04/chernobyl/comment-page-1/#comment-1052</link>
		<dc:creator>emkaha</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 02 May 2008 16:59:30 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.dhani.org/?p=243#comment-1052</guid>
		<description>ikutan lomba speedy competition yuk
tengok web site : http://speedycompetition.wordpress.com/</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ikutan lomba speedy competition yuk<br />
tengok web site : <a href="http://speedycompetition.wordpress.com/" rel="nofollow">http://speedycompetition.wordpress.com/</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: dhani</title>
		<link>http://blog.dhani.org/2008/04/chernobyl/comment-page-1/#comment-1049</link>
		<dc:creator>dhani</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 02 May 2008 03:29:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.dhani.org/?p=243#comment-1049</guid>
		<description>@Sufehmi: Rencananya, Indonesia akan membangun PLTN di daerah kaki gunung Muria, Jawa Tengah. Dalam persyaratan IAEA, sebuah reaktor bisa disebut aman jika berjarak minimal 5 km dari patahan (sesar) terdekat. Calon lokasi PLTN Muria sendiri berjarak sekitar 10 km dari patahan terdekat. 

Kawasan Semenanjung Muria sendiri diketahui relatif stabil dibanding tempat lain di Jawa-Bali. Peluang gempa dan letusan gunung di sini memang tidak benar2 nol (kalau tepat sama dengan nol ya jelas tidak ada di Bumi ini), tapi secara relatif paling rendah dibanding daerah lain di Jawa-Bali. Kenapa Jawa-Bali? Sebab di sinilah konsumsi listriknya paling banyak. 

Secara teori, daerah Kalimantan Barat memang lebih stabil dibanding Semenanjung Muria. Tapi andaikata PLTN dibangun disini dan listriknya disalurkan ke Jawa ya sama juga bohong :). Ini sama saja seperti masalah PLTU berbahan bakar batubara, apakah batubaranya mau dibakar di mulut tambang (di Sumatra) atau dikapalkan ke Jawa (ke Suralaya/Paiton). Hitung2an kasar ternyata memperlihatkan lebih murah membangun PLTU-nya di Jawa dengan bahan bakar dikapalkan ke sana ketimbang dimulut tambang. Transmisinya itu (katanya) yang mahal.

Secara geologis, daerah gunung Muria ini berada pada zona subduksi Sumatera, dimana ada pola perulangan gempa besar pada satu blok batuan (segmen) sebesar rata-rata 200 tahun sekali. Tapi itu juga banyak syaratnya. Diantaranya, blok batuan itu harus fully locked dan tidak ada perubahan pada antar batuan dalam kedua lempeng yang saling berkontak. Dulu, di tahun 1867, Jawa Tengah pernah dilanda gempa dengan skala 8 MMI. Jadi, kalau kita masukkan perulangan 200 tahun itu, maka gempa besar 8 MMI baru akan terjadi lagi di sekitar 2067. Itu juga dengan catatan apabila segmen yang bergerak sama. Tapi plus minusnya berapa tahun kita tidak tahu, karena kegempaan di sini kompleks sekali. 

Di sisi lain, umur konstruksi reaktor biasanya hanya sekitar 40-50 tahunan, maksimal 60 tahunan. Sebuah reaktor - dalam standar IAEA - dibangun agar bisa menahan getaran berintensitas 8 MMI atau lebih. Termasuk juga intensitas teredam yang kemungkinan muncul dari batuan dasar tempat reaktor berdiri. Dus, soal pengaruh gempa pada reaktor (khususnya PLTN Muria ini) saya rasa tidak perlu terlalu dikhwatirkan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Sufehmi: Rencananya, Indonesia akan membangun PLTN di daerah kaki gunung Muria, Jawa Tengah. Dalam persyaratan IAEA, sebuah reaktor bisa disebut aman jika berjarak minimal 5 km dari patahan (sesar) terdekat. Calon lokasi PLTN Muria sendiri berjarak sekitar 10 km dari patahan terdekat. </p>
<p>Kawasan Semenanjung Muria sendiri diketahui relatif stabil dibanding tempat lain di Jawa-Bali. Peluang gempa dan letusan gunung di sini memang tidak benar2 nol (kalau tepat sama dengan nol ya jelas tidak ada di Bumi ini), tapi secara relatif paling rendah dibanding daerah lain di Jawa-Bali. Kenapa Jawa-Bali? Sebab di sinilah konsumsi listriknya paling banyak. </p>
<p>Secara teori, daerah Kalimantan Barat memang lebih stabil dibanding Semenanjung Muria. Tapi andaikata PLTN dibangun disini dan listriknya disalurkan ke Jawa ya sama juga bohong :). Ini sama saja seperti masalah PLTU berbahan bakar batubara, apakah batubaranya mau dibakar di mulut tambang (di Sumatra) atau dikapalkan ke Jawa (ke Suralaya/Paiton). Hitung2an kasar ternyata memperlihatkan lebih murah membangun PLTU-nya di Jawa dengan bahan bakar dikapalkan ke sana ketimbang dimulut tambang. Transmisinya itu (katanya) yang mahal.</p>
<p>Secara geologis, daerah gunung Muria ini berada pada zona subduksi Sumatera, dimana ada pola perulangan gempa besar pada satu blok batuan (segmen) sebesar rata-rata 200 tahun sekali. Tapi itu juga banyak syaratnya. Diantaranya, blok batuan itu harus fully locked dan tidak ada perubahan pada antar batuan dalam kedua lempeng yang saling berkontak. Dulu, di tahun 1867, Jawa Tengah pernah dilanda gempa dengan skala 8 MMI. Jadi, kalau kita masukkan perulangan 200 tahun itu, maka gempa besar 8 MMI baru akan terjadi lagi di sekitar 2067. Itu juga dengan catatan apabila segmen yang bergerak sama. Tapi plus minusnya berapa tahun kita tidak tahu, karena kegempaan di sini kompleks sekali. </p>
<p>Di sisi lain, umur konstruksi reaktor biasanya hanya sekitar 40-50 tahunan, maksimal 60 tahunan. Sebuah reaktor &#8211; dalam standar IAEA &#8211; dibangun agar bisa menahan getaran berintensitas 8 MMI atau lebih. Termasuk juga intensitas teredam yang kemungkinan muncul dari batuan dasar tempat reaktor berdiri. Dus, soal pengaruh gempa pada reaktor (khususnya PLTN Muria ini) saya rasa tidak perlu terlalu dikhwatirkan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: sufehmi</title>
		<link>http://blog.dhani.org/2008/04/chernobyl/comment-page-1/#comment-1048</link>
		<dc:creator>sufehmi</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 01 May 2008 22:56:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.dhani.org/?p=243#comment-1048</guid>
		<description>Menarik waktu kemarin ini saya menemukan artikel wawancara dengan seorang manta aktivis Greenpeace, dia juga mendukung penggunaan reaktor nuklir untuk membangkitkan listrik.

Pertanyaan saya, soal gempa bagaimana ya? Apakah berarti PLTN hanya bisa dibangun di daerah yang cenderung lebih stabil, seperti Kalimantan ?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Menarik waktu kemarin ini saya menemukan artikel wawancara dengan seorang manta aktivis Greenpeace, dia juga mendukung penggunaan reaktor nuklir untuk membangkitkan listrik.</p>
<p>Pertanyaan saya, soal gempa bagaimana ya? Apakah berarti PLTN hanya bisa dibangun di daerah yang cenderung lebih stabil, seperti Kalimantan ?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: afdi</title>
		<link>http://blog.dhani.org/2008/04/chernobyl/comment-page-1/#comment-1042</link>
		<dc:creator>afdi</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 01 May 2008 00:31:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.dhani.org/?p=243#comment-1042</guid>
		<description>PLTN itu solusi yang bagus banget, ditambah lagi keadaan minyak yang semakin menipis. Bahan bakar fosil seperti minyak, gas alam, dan batubara adalah termasuk SDA yang tidak dapat diperbaharui, ditambah lagi polusi yang dihasilkan, efek rumah kaca yang menyebabkan meningginya suhu udara juga disebabkan gas buangan reaksi pembakaran bahan fosil. Sementara nuklir dapat memberikan energi yang sangat besar, dan tidak menghasilkan banyak polusi, dari satu reaksi fisi saja dapat dihasilkan banyak sekali energi. saya berharap pemerintah akan memberikan perhatian yang besar dalam proyek raksasa ini.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>PLTN itu solusi yang bagus banget, ditambah lagi keadaan minyak yang semakin menipis. Bahan bakar fosil seperti minyak, gas alam, dan batubara adalah termasuk SDA yang tidak dapat diperbaharui, ditambah lagi polusi yang dihasilkan, efek rumah kaca yang menyebabkan meningginya suhu udara juga disebabkan gas buangan reaksi pembakaran bahan fosil. Sementara nuklir dapat memberikan energi yang sangat besar, dan tidak menghasilkan banyak polusi, dari satu reaksi fisi saja dapat dihasilkan banyak sekali energi. saya berharap pemerintah akan memberikan perhatian yang besar dalam proyek raksasa ini.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: dewa</title>
		<link>http://blog.dhani.org/2008/04/chernobyl/comment-page-1/#comment-1017</link>
		<dc:creator>dewa</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 26 Apr 2008 02:46:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.dhani.org/?p=243#comment-1017</guid>
		<description>inget mas, indonesia saat ini belum menjadi negara hukum, tapi masih negara politik. lihat saja gonjang-ganjing negri ini! semua diputuskan dengan pertimbangan politik, lihat saja kasus suharto. sejujur dan sehebat apapun pengelola pltn Indonesia ketika jadi dibangun, tetep saja akan berbahaya. misalnya, pengeluaran untuk pengelolaan PLTN murah, tapi untuk mengisi perut laknat rakus pejabat dan aparat, jauh lebih mahal. 
kita sudah merasakan akibat dari arah kebiujakan pembangunan yang salah arah selama 32 tahun masa orde baru. masak kita akan berlari untuk masuk jurang lagi? P)LTN hanya untuk mengisi perut rakus pejabat dan pemodal yang kalao belum modar (jadi bangkai) tidak akan kenyang. Ente lihat betapa Rakusnya pejabat kita, Pemerintah menggalakkan hemat energi, tapi disisi lain mau membangung jalan Tol Trans Jawa. jalan tol akan di lalui oleh mobil-mobil; pribadi, perhari ribuan mobil menggunakan jasa tol tersebut. berapa ribu liter perhari gas yang dihabiskan oleh mobil yang menggunakan jalan TOL tersebut? padahaal mereka bisa dalam perjalanannya menggumnakan kereta api atau jkapal terbang yang lebih bisa menghemat energi. 
 membengun PLTN sama dengan mengisi kain sarung dengan air, gak bakalan penuh, itulah perut koruptor.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>inget mas, indonesia saat ini belum menjadi negara hukum, tapi masih negara politik. lihat saja gonjang-ganjing negri ini! semua diputuskan dengan pertimbangan politik, lihat saja kasus suharto. sejujur dan sehebat apapun pengelola pltn Indonesia ketika jadi dibangun, tetep saja akan berbahaya. misalnya, pengeluaran untuk pengelolaan PLTN murah, tapi untuk mengisi perut laknat rakus pejabat dan aparat, jauh lebih mahal.<br />
kita sudah merasakan akibat dari arah kebiujakan pembangunan yang salah arah selama 32 tahun masa orde baru. masak kita akan berlari untuk masuk jurang lagi? P)LTN hanya untuk mengisi perut rakus pejabat dan pemodal yang kalao belum modar (jadi bangkai) tidak akan kenyang. Ente lihat betapa Rakusnya pejabat kita, Pemerintah menggalakkan hemat energi, tapi disisi lain mau membangung jalan Tol Trans Jawa. jalan tol akan di lalui oleh mobil-mobil; pribadi, perhari ribuan mobil menggunakan jasa tol tersebut. berapa ribu liter perhari gas yang dihabiskan oleh mobil yang menggunakan jalan TOL tersebut? padahaal mereka bisa dalam perjalanannya menggumnakan kereta api atau jkapal terbang yang lebih bisa menghemat energi.<br />
 membengun PLTN sama dengan mengisi kain sarung dengan air, gak bakalan penuh, itulah perut koruptor.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

