Bianglala


Persamaan “Jenaka”

Posted in Jokes, Science by Dhani on the March 31st, 2008

equation.jpg

Apa lucunya “cacing-cacing” integral ini? Ceritanya, ini adalah persamaan Maxwell yang menjelaskan fenomena elektromagnetik, dimana cahaya juga diperlakukan sebagai gelombang elektromagnetik. Secara ringkas, persamaan ini memprediksi sifat-sifat cahaya, baik sebagai gelombang maupun partikel, konstanta universal, dan batas kecepatannya.

Balik lagi ke pertanyaan semula. Apanya yang lucu?

Persamaan pertama menyatakan bahwa jumlah [integral, proses penjumlahan yang berulang] dari medan listrik E diatas permukaan A adalah sama dengan muatan listrik q yang melingkupi permukaan tersebut. Kita juga melibatkan elemen yang disebut “dot product”, untuk menentukan bagian dari medan yang menunjuk ke arah yang sama dengan vektor area diferensial dA.

Persamaan berikutnya menyatakan bahwa integral dari medan magnet di sekeliling lintasan S pada permukaan A sama dengan arus listrik yang mengalir melalui permukaan ditambah dengan perubahan medan magnetik didalamnya.

Persamaan ketiga menyatakan bahwa medan listrik yang terintegrasi pada lintasan S pada permukaan A adalah sama dengan tingkat perubahan flux magnetik pada permukaan bersangkutan.

Sementara persamaan terakhir malahan secara efektif menyatakan bahwa medan magnet dengan satu kutub (Magnetic Monopole) itu sebenarnya tidak ada!

Mengerti syukur, nggak mengerti ya sudah. Ini cuma coretan sekenanya sambil mengusir insomnia. Kali-kali aja yang beginian bisa bikin ngantuk. :(

Adam

Posted in Life by Dhani on the March 13th, 2008

adam.jpg

Di atas adalah foto evakuasi penumpang Adam Air yang tergelincir di Bandara Hang Nadim, Batam, 10 Maret lalu. Foto diambil oleh seorang staff bandara Hang Nadim dan saya peroleh lewat forum indoflyer.net. Ada yang menarik?

Perhatikan kalau penumpang keluar melalui pintu belakang, sementara pintu darurat (di atas sayap) sama sekali tidak dibuka. Parahnya lagi, penumpang keluar dengan meloncat! Emergency evacuation slide – itu lho, “perosotan” dari karet yang dipakai untuk keluar dari pesawat dalam keadaan darurat – ternyata juga tidak digunakan.

Perhatikan juga kalau reverse thrust dalam kondisi deployed dan flaps pada posisi 40. Selebihnya, no comment.

Web 2.0

Posted in Blogging, Media by Dhani on the March 2nd, 2008

Di mata Si Pesimis, web 2.0 dengan segala agregatnya (wiki, blog, dsb.) niscaya kelihatan seperti tumpukan sampah, dimana semua orang bisa menulis tentang apa saja tanpa kontrol, tanpa sensor. Tapi berbeda dengan web generasi awal, yang tak ubahnya sebuah monolog, web 2.0 memungkinkan dialog. Orang lain bisa memuji dan mengkritik, mengkoreksi atau memaki.

Tentu benar bahwa Wikipedia sering menjadi korban vandalisme. Beberapa entri juga ditulis secara serampangan, atau dengan referensi yang kurang meyakinkan. Tapi jurnal sains Nature telah menerbitkan studi pada 2005 bahwa dalam hal akurasi, Wikipedia sekualitas dengan referensi semapan Encyclopedia Britannica. Sebuah studi oleh IBM pada 2004 menemukan bahwa artikel yang menjadi korban vandalisme biasanya akan diperbaiki dalam waktu sedemikian cepat – bahkan lebih cepat daripada waktu yang diperlukan si vandal untuk beraksi.

Berbeda dengan Wikipedia yang merupakan hasil kerja bersama, blog adalah hasil pemikiran satu orang. Mungkin saja isinya hanya hal-hal remeh, walaupun tak kurang pula yang sarat ilmu. Seperti juga Wikipedia, bisa saja ada informasi yang tidak akurat, misleading, salah kutip, atau bahkan pelanggaran hak cipta. Tapi, kalau kita percaya pada wisdom of crowds, maka dalam dunia web 2.0, mekanisme koreksi akan berjalan dengan sendirinya: melalui diskusi dan komentar para pengunjung.

Penulis blog orang-orang kurang kerjaan? Sebagian blog memang ditulis oleh para pengangguran, tapi sebagian lagi ditulis berkejaran dengan sempitnya waktu luang. Terkadang sebuah blog ditulis sebagai pelarian dari keseharian yang membosankan, kadang justeru sebagai perpanjangan dari apa yang dikerjakan di dunia nyata.

Pembaca blog adalah orang-orang bodoh? Mungkin, tapi saat orang-orang bodoh itu membaca blog Langit Selatan, misalnya, mereka mungkin sadar, itu bukan untuk mereka. Blog adalah trend sesaat? Tentu, sebagaimana banyak hal di dunia. Trend muncul dan berlalu. Segalanya bergerak dinamis, bukan statis.

Bagi Si Pesimis, yang mengimpikan internet kembali seperti sedia kala, arus dinamis yang ditawarkan web 2.0 mungkin terasa tidak menarik. Mungkin malah menakutkan. Namun, masih adakah yang percaya akan dunia yang statis di masa kini?