Bianglala


Innsbruck

Posted in Art,Life by Dhani on the February 6th, 2008

1011266.jpg

Innsbruck, Ich Muss Dich Lassen
Heinrich Isaac (1450-1517)

Innsbruck, ich muss dich lassen,
ich fahr dahin mein Strassen,
in fremde Land dahin.
Mein Freud is mir genommen,
die ich nit weiss bekommen,
wo ich im Elend bin.

Mein Trost ob allen Weiben,
dein tu ich ewig bleiben,
stet treu, der Ehren fromm.
Nun muss dich Gott bewahren,
in aller Tugend sparen,
bis dass ich wiederkomm.

Gross Leid muss ich jetzt tragen,
das ich allein tu klagen
dem liebsten Buhlen mein.
Ach Lieb, nun lass mich Armen
im Herzen dein erbarmen,
dass ich muss dannen sein.

Innsbruck, I must leave you
For I am traveling the road
to a foreign land.
(There,) deprived of my joy
and knowing not how to get it back,
I will be in misery.

My comfort above all other women,
I remain yours forever,
always faithful, in true honor.
And now, may God protect you,
safe in virtue,
till I return.

I am burdened with great sorrow
which I can shed only
through the one dearest to me.
O my love, leave me not bereft
of compassion in your heart
that I must part from you.

Foto diatas adalah pemandangan di bandar udara Kranebitten di Innsbruck, Austria (klik pada gambar untuk mengunjungi situs aslinya). Sedangkan bait-bait berbahasa Jerman dan Inggris itu adalah lirik dan terjemahan dari sebuah lagu rakyat setempat. Sekarang saya mengerti, kenapa lirik dan juga melodi lagu ini terasa begitu menyayat.

Lagu yang indah, kota yang indah. Bahkan bandaranya pun juga terlihat begitu menawan. Bentang alam yang menakjubkan berpadu dengan pameran kecanggihan teknologi buatan manusia. Saya bisa membayangkan kesedihan saat harus meninggalkan tempat secantik ini. Kapan yah saya bisa berkunjung ke sana? (Sedikit bermimpi boleh dong!)

2 Responses to 'Innsbruck'

Subscribe to comments with RSS or TrackBack to 'Innsbruck'.

  1. enggar said,

    on February 7th, 2008 at 11:59 pm

    Indah sekali. Wah, jadi pengin ikutan mimpi.
    Lagu nya juga, duh, serasa menyayat hati beneran mas.
    Pfuuh, kok langsung kebayang betapa dinginnya kota itu ya :)

  2. dhani said,

    on February 8th, 2008 at 11:53 pm

    Foto itu diambil pas musim dingin disana, mbak Enggar. Diluar musim dingin, pemandangannya kira-kira seperti ini. Nggak dingin-dingin amat kelihatannya. ;)

Leave a Reply