<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Quo Vadis Penerbangan Kita?</title>
	<atom:link href="http://blog.dhani.org/2008/01/quo-vadis-penerbangan-kita/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.dhani.org/2008/01/quo-vadis-penerbangan-kita/</link>
	<description>Pendar-Pendar Kehidupan</description>
	<lastBuildDate>Mon, 08 Mar 2010 07:53:22 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: I think .. &#187; Memandang Langit, Melahap Bakso</title>
		<link>http://blog.dhani.org/2008/01/quo-vadis-penerbangan-kita/comment-page-1/#comment-1787</link>
		<dc:creator>I think .. &#187; Memandang Langit, Melahap Bakso</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 Oct 2008 03:36:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.dhani.org/2008/01/penerbangan/#comment-1787</guid>
		<description>[...] tarif pesawat terbang, masih belum menjamin kalo semua warga kita pernah naik pesawat terbang. Jangankan pernah, bisa beli tiketnya pun belum tentu. Maka, mengajak sang buah hati nonton pesawat [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] tarif pesawat terbang, masih belum menjamin kalo semua warga kita pernah naik pesawat terbang. Jangankan pernah, bisa beli tiketnya pun belum tentu. Maka, mengajak sang buah hati nonton pesawat [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: dhani</title>
		<link>http://blog.dhani.org/2008/01/quo-vadis-penerbangan-kita/comment-page-1/#comment-1075</link>
		<dc:creator>dhani</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 May 2008 17:05:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.dhani.org/2008/01/penerbangan/#comment-1075</guid>
		<description>@Danny: Untuk rute Jakarta-Singapore, memang bisa dimengerti. Tapi untuk penerbangan ke KL, atau bahkan Hongkong, rasanya lebih cocok dilayani pesawat wide body ketimbang yang narrow body macam B738. Apalagi rute ke Hong-Kong, itu kan termasuk rute &quot;gemuk&quot;, dan waktu tempuhnya lumayan lama (4 jam lebih kalau dari Denpasar sini, kurang tahu kalau dari Jakarta). Kesannya untuk Garuda itu &quot;inferior&quot; banget, karena airline2 lain di Asia Tenggara rata2 sudah memakai pesawat wide body untuk terbang ke HK. 

Untuk turis asing, memang dianjurkan untuk terbang dengan Garuda karena inilah pilihan terbaik diantara yang jelek2. Kalau mereka memakai budget airline Indonesia, saya tidak tahu apa pihak asuransi mereka masih mau menjamin (denger2 sih, tidak).</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Danny: Untuk rute Jakarta-Singapore, memang bisa dimengerti. Tapi untuk penerbangan ke KL, atau bahkan Hongkong, rasanya lebih cocok dilayani pesawat wide body ketimbang yang narrow body macam B738. Apalagi rute ke Hong-Kong, itu kan termasuk rute &#8220;gemuk&#8221;, dan waktu tempuhnya lumayan lama (4 jam lebih kalau dari Denpasar sini, kurang tahu kalau dari Jakarta). Kesannya untuk Garuda itu &#8220;inferior&#8221; banget, karena airline2 lain di Asia Tenggara rata2 sudah memakai pesawat wide body untuk terbang ke HK. </p>
<p>Untuk turis asing, memang dianjurkan untuk terbang dengan Garuda karena inilah pilihan terbaik diantara yang jelek2. Kalau mereka memakai budget airline Indonesia, saya tidak tahu apa pihak asuransi mereka masih mau menjamin (denger2 sih, tidak).</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: danny</title>
		<link>http://blog.dhani.org/2008/01/quo-vadis-penerbangan-kita/comment-page-1/#comment-1073</link>
		<dc:creator>danny</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 07 May 2008 03:17:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.dhani.org/2008/01/penerbangan/#comment-1073</guid>
		<description>subjetktif banget kalo menurut saya... kayaknya penerbangan international tuh gak harus melulu pake pesawat besar. wong, jakarta singapore or jakarta KL aja deket. masa pake 747. pasar Indonesia aja naik garuda masih mikir 2 kali sekarang malah lebih naik budget airlines. kayak lion atau yang lain.. jangan karena gak bisa bayar terus komplain. yang penting kan ke Tokyo ato sydney pake 744 atau airbus... ya kalo menurut saya sich secara objektif aja.. meskipun garuda sekarang agak turun reputasi tapi tetap kalo turis asing pasti dianjurkan untuk terbang sama garuda..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>subjetktif banget kalo menurut saya&#8230; kayaknya penerbangan international tuh gak harus melulu pake pesawat besar. wong, jakarta singapore or jakarta KL aja deket. masa pake 747. pasar Indonesia aja naik garuda masih mikir 2 kali sekarang malah lebih naik budget airlines. kayak lion atau yang lain.. jangan karena gak bisa bayar terus komplain. yang penting kan ke Tokyo ato sydney pake 744 atau airbus&#8230; ya kalo menurut saya sich secara objektif aja.. meskipun garuda sekarang agak turun reputasi tapi tetap kalo turis asing pasti dianjurkan untuk terbang sama garuda..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: doeljoni</title>
		<link>http://blog.dhani.org/2008/01/quo-vadis-penerbangan-kita/comment-page-1/#comment-658</link>
		<dc:creator>doeljoni</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 17 Feb 2008 16:36:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.dhani.org/2008/01/penerbangan/#comment-658</guid>
		<description>regulator kita kadang-kadang ngelihat masalah sambil jungkir balik kali ya ..

banyak kebijakan kontraproduktif dan parsial...
padahal usia birokrasi udah lebih lama dari umur saya hahaha...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>regulator kita kadang-kadang ngelihat masalah sambil jungkir balik kali ya ..</p>
<p>banyak kebijakan kontraproduktif dan parsial&#8230;<br />
padahal usia birokrasi udah lebih lama dari umur saya hahaha&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Scrapyard of mine :: Memandang Langit, Melahap Bakso :: February :: 2008</title>
		<link>http://blog.dhani.org/2008/01/quo-vadis-penerbangan-kita/comment-page-1/#comment-657</link>
		<dc:creator>Scrapyard of mine :: Memandang Langit, Melahap Bakso :: February :: 2008</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 17 Feb 2008 16:34:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.dhani.org/2008/01/penerbangan/#comment-657</guid>
		<description>[...] tarif pesawat terbang, masih belum menjamin kalo semua warga kita pernah naik pesawat terbang. Jangankan pernah, bisa beli tiketnya pun belum tentu. Maka, mengajak sang buah hati nonton pesawat [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] tarif pesawat terbang, masih belum menjamin kalo semua warga kita pernah naik pesawat terbang. Jangankan pernah, bisa beli tiketnya pun belum tentu. Maka, mengajak sang buah hati nonton pesawat [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
