Bianglala


Perkenalkan: Teori Kuantum

Posted in Book by Dhani on the August 23rd, 2007

Menyajikan materi ilmu pengetahuan lewat kartun sepertinya bukan barang baru. Yang paling dikenal disini, tentu saja, adalah serial kartun bikinan Larry Gonick (Kartun Fisika, Biologi, Genetika, dsb) yang terjemahan Indonesianya diterbitkan oleh penerbit KPG. Tapi saya kurang tertarik membaca buku-buku Gonick yang meng-kartunkan sains. Dari “numpang baca” sepintas sampel yang ada di toko buku, saya mendapat kesan kalau serial kartun Gonick tidak memberikan cukup banyak pemahaman baru. Jadi, sampai sejauh ini saya memutuskan untuk tidak akan membeli serial buku ini.

Tidak semuanya sih, karena trilogi Kartun Peradaban karya penulis (atau kartunis) yang sama sudah cukup lama bertengger di rak buku saya. Untuk yang ini, favorit saya adalah jilid III yang antara lain cerita soal sejarah peradaban Arab, termasuk juga penyebaran Islam. Menarik juga melihat hal-hal serius, dan bahkan sakral, kayak gitu diulas secara jenaka (“Aah, ente bakalan gosong!”).

Bukan berarti saya bilang sains yang serius tidak bisa ditulis dalam bentuk komik. Dibanding buku-buku Gonick, saya masih lebih suka dengan serial “Introducing…” Edisi Inggrisnya diterbitkan oleh Icon Books Ltd, tapi di Indonesia sini saya malah menemukan dua edisi terjemahan, masing-masing diterbitkan oleh Mizan dan Scientific Press. Sepintas saya lihat kedua edisi tersebut isinya sama saja, hanya ada sedikit perbedaan desain sampul dari masing-masing penerbit. Entah bagaimana ceritanya buku yang sama bisa diterbitkan oleh dua penerbit berbeda itu bukan urusan saya, yang penting isinya akurat (bicara soal akurasi, saya lebih percaya dengan SP karena kalau saya baca yang terbitan Mizan, mungkin isinya ada yang sudah disensor!)

Ini adalah satu serial yang sudah saya baca. Melihat topiknya yang membahas Teori Kuantum, memang bisa bikin sebagian orang merinding. Tapi isinya sendiri tidak berat-berat amat. Teori kuantum jelas adalah subjek yang betul-betul berat dan rumit. Hanya, sesuai judulnya, dan seperti bisa dilihat dari cara penyajiannya, buku ini hanyalah pengantar yang bertujuan untuk membawa pembacanya mengenal lebih dekat, “makanan” macam apa teori kuantum itu.

Tapi dibanding buku-buku “for beginners” lainnya, buku ini bisa dibilang serius. Memang cara penyajiannya dalam bentuk komik, tapi jangan dibayangkan penulisnya meniru gaya Gonick. Kualitas gambar kartunnya lebih halus. Dan bagusnya lagi, buku ini tidak malu-malu menampilkan formula matematis. Dari awal hingga akhir, pembaca akan “dicekoki” dengan rumus-rumus fisika berikut penjelasannya secara ringkas. Hal ini bisa dimaklumi mengingat teori kuantum adalah teori yang sangat matematis. Adalah mustahil untuk bicara tentang teori kuantum tanpa rumus sama sekali.

Bentuk komik sepertinya sengaja dipilih untuk menghindari kesan kaku seperti pada buku teks, tapi sama sekali bukan untuk lucu-lucuan. Memang di beberapa halaman penulis menyelipkan sedikit humor, misalnya di bagian yang mengisahkan penemuan persamaan gelombang Schrödinger, tapi secara umum kalau kepingin membaca komik yang lucu, mendingan beli komik Doraemon ketimbang buku ini.

Tentang isinya, harus saya akui tidak kalah dengan buku teks yang serius. Paparannya jernih, lugas dan gampang dipahami sekalipun oleh pemula. Penyajiannya dilakukan secara bertahap, mulai dari konsep yang paling sederhana hingga yang rumit. Pembaca digiring untuk mengenal dan memahami gejala kuantum yang melandasi fisika kuantum, hingga berbagai postulat dasar mekanika kuantum.

Berikut adalah screenshot dari beberapa halaman buku ini (klik untuk memperbesar).