Saya sudah lama penasaran dengan metode pencarian oleh Google, khususnya bagaimana Google mengurutkan halaman-halaman hasil pencariannya–yang disebut sebagai page rank itu. Buku Google Story, yang terjemahannya diterbitkan Gramedia, memang sudah bercerita sedikit tentang algoritma page rank, tapi bagaimana tepatnya algoritma ini bekerja nampaknya masih menjadi rahasia perusahaan bagi Google. Beberapa eksperimen yang saya lakukan lewat blog ini malahan memunculkan hasil yang cukup aneh dan diluar dugaan.

Dalam pencarian dengan kata kunci Dakota Fanning menggunakan google.co.id, entri blog ini bertengger di urutan kelima diantara lebih dari satu setengah juta halaman. Sementara itu, untuk pencarian di halaman dari Indonesia, situs ini menempati urutan pertama diantara 4.450 halaman berbahasa Indonesia yang memuat kata kunci itu. Tidak jelek, mengingat si pemilik nama sekarang sedang menjadi salah satu orang yang paling dicari di net.

Itu tadi sampel pertama. Sampel kedua dengan kata kunci Lapan Tubsat, google.co.id telah "berbaik hati" memberikan ranking ketiga dari sekitar 28,300 halaman hasil pencarian. Ranking ini malahan lebih tinggi dari ranking situsnya LAPAN — yang pertama kali memberitakan peluncuran satelit mikro pertama Indonesia ini. Anehnya, untuk pencarian halaman dari Indonesia, blog ini malahan terlempar dari daftar Google. Itu artinya dalam sampel yang pertama, Google berhasil mengenali blog ini sebagai halaman dari Indonesia, tapi pada sampel kedua tidak.

Sampel ketiga, dengan kata kunci Milton Humason, walaupun tidak sebagus kedua sampel terdahulu masih terhitung lumayan. Berada di urutan kedelapan dari 22.400 halaman hasil pencarian Google Indonesia. Setidaknya masih bertengger di halaman pertama. Di lain pihak, pencarian untuk halaman berbahasa Indonesia saja memberikan keluaran yang tidak terlalu mengejutkan: urutan pertama dari 14 halaman.

Sekarang bagaimana kalau kita menaruh kata kunci yang lebih unik? Akhir Desember lalu saya menitipkan kata kunci Hannah Ocuish melalui komen di blog milik Kamerad Koen :). Ini kata kunci yang betul-betul unik, karena tidak pernah ada situs, atau bahkan literatur cetak berbahasa Indonesia, yang pernah memuat kata ini (nama ini sesekali disebut-sebut dalam naskah akademis tentang hukum pidana di AS). Baru-baru ini, saya mencoba menggunakan kata kunci tersebut di Google untuk melacak komentar saya, dan hasilnya … gagal total. Halaman yang memuat kata kunci itu sudah terindeks di Google tapi kelihatannya bertengger di urutan yang rada bontot. Pencarian untuk halaman dari Indonesia memberikan hasil nihil. Karena nama yang menjadi kata kunci tersebut sekarang sudah termuat di blog ini, saya jadi kepingin tahu bagaimana tulisan ini akan mengubah peta pencarian di Google nantinya. ;)

Yang juga agak mengejutkan adalah kalau nama saya dijadikan kata kunci di Google, maka blog ini malahan muncul pada peringkat pertama. Padahal, di tahun-tahun sebelumnya urutan pertama selalu diduduki oleh situs saya yang di Singcat–yang dari banyak segi sebenarnya jauh lebih baik ketimbang blog ini. Dari sini, kita boleh curiga kalau sejak Blogger dibeli oleh Google, pihak Google telah dengan sengaja memberikan ranking lebih tinggi untuk halaman-halaman yang dihosting di Blogspot (walaupun eksekutif Google selalu membantah dugaan ini).

Anyway, saya tidak pernah berusaha merekayasa tulisan supaya bisa mendapatkan page rank yang tinggi. Pada kenyataannya, saya tidak terlalu percaya dengan keampuhan SEO (Search Engine Optimisation). Apa yang sekarang disebut-sebut sebagai trik jitu untuk "mengakali" mesin Google itu sebenarnya tidak akan berlaku untuk seterusnya, karena algoritma pencarian di Google akan selalu mengalami improvement. Hasil pencarian seperti yang saya amati ini juga kemungkinan besar akan berubah sewaktu-waktu. So, ketimbang menghabiskan waktu untuk optimasi mesin pencari, lebih baik usahakan saja untuk menulis konten yang bagus dan menarik untuk dibaca oleh manusia, bukannya untuk robot milik mesin pencari itu. Bagaimana?

* * *

Catatan Tambahan:
Bagian ini saya tambahkan beberapa hari setelah tulisan ini pertama kali diposting. Secara ringkas, eksperimen kecil ini hanya bertujuan untuk menguji reaksi Google terhadap kata-kata kunci yang ditemui dalam sebuah website. Dalam hal ini, saya memanfaatkan 4 kata kunci yang saya pilih secara hati-hati, yang masing-masing mewakili kata kunci yang sangat populer di situs luar negeri dan cukup populer di Indonesia (sampel #1); kata kunci yang populer di situs Indonesia, kurang populer di situs luar negeri (sampel #2), kata kunci yang populer di situs luar negeri, kurang populer di situs indonesia (sampel #3); dan kata kunci yang kurang populer di situs luar negeri, dan tidak pernah disebut-sebut dalam situs berbahasa Indonesia (sampel #4). Pada sampel #1 s/d #3 saya menggunakan blog ini, sementara sampel #4 ditaruh di situs lain (sekaligus berfungsi sebagai kontrol). Hasil yang dimonitor adalah keluaran dari situs Google Indonesia (google.co.id).

Pada awalnya sampel #1 hingga #3 berhasil menduduki peringkat tinggi dalam hasil pencarian Google, tapi kemudian entah kenapa blog ini mendadak terlempar dari hasil pencarian Google (terkena penalti?). Sebaliknya, sampel #4 memperoleh kenaikan page rank yang cukup signifikan. Sempat berada di halaman ketiga hasil pencarian Google Indonesia, bahkan berhasil dikenali dengan baik sebagai halaman berbahasa Indonesia (seperti sudah saya duga, menjadi satu-satunya hasil pencarian pada opsi halaman dari Indonesia). Kemungkinan link dari situs ini berhasil menaikkan peringkat pencarian Google untuk situs dan kata kunci terkait.

Ada beberapa hal yang perlu saya catat disini. Pertama, hasil pencarian ternyata sangat fluktuatif. Page rank untuk sampel #4 masih naik-turun, sementara hasil pencarian untuk halaman dari Indonesia juga "byar-pet". Kadang-kadang muncul, kadang-kadang tidak. Umumnya situs-situs yang menempati peringkat tinggi untuk hasil pencarian dengan kata kunci tertentu, urutannya jarang bergeser secara tajam, kecuali karena terkena penalti. Beberapa kata kunci yang juga selalu saya monitor menunjukkan keluaran yang stabil dalam pencarian Google. Kedua, cukup banyak inkonsistensi yang saya temukan dari menganalisis aneka hasil pencarian dengan bermacam-macam kata kunci. Tidak semuanya sesuai dengan teori SEO. So, satu-satunya kesimpulan dalam eksperimen ini adalah bahwa Sergey Brin dan Larry Page benar-benar orang yang jenius (kita lihat apa reaksi mesin Google terhadap keyword ini, ha-ha-ha).