Tanpa banyak gembar-gembor pemberitaan, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) berhasil meluncurkan satelit pertama yang dibuat oleh putra Indonesia. LAPAN-TUBSAT, satelit dengan bobot 57 kg ini sukses meluncur dari Satish Dhawan Space Center (SDSC) Sriharikota, India, Rabu, 10 Januari lalu pukul 9.23 waktu India atau pukul 10.53 WIB.
Satelit pertama yang lebih dari 60 persennya dirakit sendiri oleh insinyur-insinyur Indonesia ini diluncurkan dengan menumpang roket Polar Satellite Launch Vehicle-C7 bersama dengan dua satelit lain milik India dan Argentina, serta sebuah kapsul penelitian antariksa milik India. Pada 15.30 WIB, sinyal dari LAPAN-TUBSAT berhasil di-track dari Stasiun Bumi Berlin, Jerman, dan berikutnya pada pukul 21.30 WIB di hari yang sama, satelit itu berhasil di-track dari stasiun Bumi Rumpin, Bogor, dari mana satelit itu selajutnya dikendalikan.
Satelit, atau tepatnya satelit mikro (mikrosat) hasil kerjasama LAPAN dengn Technical University of Berlin ini memang belum selevel satelit-satelit buatan negara maju. Dengan dimensi hanya 45 x 45 x 27 cm, LAPAN-TUBSAT membawa sistem transmisi data S-band, sebuah video kamera berwarna resolusi tinggi hingga 5 meter dengan swath (luas cakupan) 3,5 kilometer, video kamera berwarna resolusi rendah 200 meter dengan swath 81 kilometer, dan sistem penyimpan dan penerus pesan pendek dengan transmisi telemetry & telecommand pada frekuensi UHF dengan bandrate 1200 bps (bit perdetik).
Sebagai satelit surveillance, LAPAN-TUBSAT dapat digunakan untuk melakukan pemantauan langsung situasi di Bumi seperti kebakaran hutan, gunung berapi, banjir, menyimpan dan meneruskan pesan komunikasi dari dan ke berbagai pelosok yang cukup banyak di Indonesia, serta untuk misi komunikasi bergerak.
Sebenarnya dalam hal teknologi persatelitan, Indonesia sudah tertinggal dari Malaysia yang sejak 1998 telah meluncurkan satelit Mikronya, Tiungsat. Satelit ini merupakan hasil kerjasama Malaysia dengan Universitas Surrey, di Inggris. Malaysia bahkan sedang berancang-ancang untuk meluncurkan satelit mikro generasi keduanya yang lebih canggih yang dinamai RazakSat.
Tapi, seperti kata pepatah, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali, semoga keberhasilan LAPAN ini menjadi awal yang baik bagi Indonesia untuk mulai menekuni teknologi satelit. Selamat buat LAPAN.




by ga usah disebut
20 Aug 2007 at 00:08
saya sudah lama dengar tentang satelit ini
terutama dari majalah tempo+orang2 lapan yang langsung terlibat
tapi saya jadi ragu apakah memang hanya sebatas omongan atau
berita bahwa INDONESIA (LAPAN) SUDAH MAMPU MEMBUAT SATELIT SENDIRI, tapi sampai sekarang belum berani menunjukkan pada
publik (orang indonesia).
saya berpikir buru2 menunjukkan hasilnya ke publik(orang indonesia)
KEPADA PRESIDEN-NYA SENDIRI SAJA BELUM BERANI
ato memang seperti ini hasil LAPAN
” DISEMBUNYIKAN DARI RAKYAT INDONESIA PADAHAL SUDAH HABISKAN UANG BERJUTA2 ATO MALAH BERMILYAT2″
tolong to pengelola situs ini komentar saya ini dikeluarkan bersama berita tentang TUBSAT biar yang pada baca tahu bahwa LAPAN itu pengecut, lihat LIPI hanya menemukan cara penetralan air laut jadi air tawar saja berani unjuk gigi ke presiden.
to pak Presiden inilah kelakuan anak kesayanganmu (LAPAN)
by dhani
20 Aug 2007 at 01:59
Saya kira LAPAN sudah cukup terbuka ttg proyek LAPAN-TUBSAT ini. Hanya saja, perhatian dari media yang malahan sangat kurang. Disamping itu, perlu diingat kalau dukungan pemerintah thd LAPAN sangat sedikit, bahkan jauh lebih kecil ketimbang LIPI misalnya. Memang dulu LAPAN pernah mendapat prioritas dari pemerintah, terutama di masa2 akhir era orde lama. Namun sejak jaman presiden Suharto, pemerintah mulai berpaling dari LAPAN, dan lebih memilih menggelontorkan dana untuk IPTN dengan proyek2 mercusuarnya. Proyek LAPAN sendiri dianggap hanya buang2 uang dan tidak punya nilai ekonomis.
Untuk saat ini, LIPI memang mendapat lebih banyak perhatian dari pemerintah krn proyek2 mereka yg dianggap aplikatif dan sesuai utk kondisi Indonesia sekarang. Jadi, tidak benar kalau dikatakan LAPAN adalah “anak kesayangan” pemerintah.
by From warga LAPAN
19 Nov 2008 at 16:05
To: Ga usah disebut.
Kalo ngomong(bacot) liat dulu faktanya mas. karena pada kenyataannya LAPAN itu semenjak pemerintahan Suharto dan Habibie sudah dianak tirikan oleh pemerintah yang kenyataannya persis seperti yang di bilang oleh mas dhani tersebut. LAPAN sekarang mengalami kesulitan untuk melakukan pengembangan karena dari APBN untuk LAPAN sendiri sangat tidak memadai bukannya tidak berani unjuk gigi.
Anak kesayangan presiden dari hongkong!!