Archive for March, 2005

Pelangi Feynman

Feynman* was gazing at a rainbow as if he had never seen one before. Or maybe as if it might be his last. I approached him cautiously and joined him in staring at the rainbow. It wasn’t something I normally did -in those days. “Do you know who first explained the true origin of the [...]

Sherina oh Sherina

Tidak biasanya lagu yang dilantunkan Sherina, si mantan penyanyi cilik bersuara bening itu justeru membuat telinga saya terasa “panas”. Bukannya lagu cinta sih (well, I hate love songs!), tapi lagu “Indonesia Menangis” yang dulu sering ditayangkan di Metro TV disela-sela liputan bencana Aceh itu. Beberapa bagian lagu itu, terutama pada bait yang berbunyi “sungguh deras [...]

Puisi Pesimis, Puisi Optimis

Berikut penggalan dari sebuah puisi: Kita hampir paripurna menjadi bangsa porak-poranda, terbungkuk dibebani hutang dan merayap melata sengsara di dunia. Penganggur 40 juta orang, anak-anak tak bisa bersekolah 11 juta murid, pecandu narkoba 6 juta anak muda, pengungsi perang saudara 1 juta orang, VCD ****** (sensor! -red) beredar 20 juta keping, kriminalitas merebat di setiap [...]

Nyepi

Hari ini, umat Hindu di Bali melaksanakan ritual Nyepi. Ritual ini dilaksanakan pada setiap tahun baru Saka dengan menjalankan empat jenis pantangan, yaitu amati karya (tidak boleh bekerja), amati lelungan (tidak boleh bepergian keluar rumah), amati geni (tidak menyalakan api/lampu), dan amati lelanguan (tidak menikmati tontonan/hiburan). Keempat pantangan ini disebut sebagai catur brata penyepian. Saat [...]