Mulai Dari Diri Sendiri
Sebuah goresan sederhana terpatri pada makam seorang uskup Anglikan di Westminster Abbey, London:
Di usia belia, saat impian hidupku tanpa batas, aku bertekad mengubah seisi buana jagat. Aku ingin mengubahnya menjadi tempat yang layak dihuni manusia. Segala sesuatu tersedia, disana penuh damai: tanpa perang dan permusuhan.Tapi ketika beranjak dewasa, kearifanku menyadari bahwa dunia tak bisa sama sekali diubah. Aku berpikir, biarlah kerinduanku itu kuwujudkan sebatas negeriku saja. Aku ingin mengubah tanah airku. Tapi ternyata juga tak bisa. Disana berkerumuk segala kepentingan politik, berbaur menjadi satu dengan keakuan, ketamakan, dan korupsi.
Diriku kini menjadi semakin tua, dan kupikir cukuplah mengubah keluargaku, dan orang-orang terdekat, termasuk mereka yang kucintai. Namun hatiku tertunduk sedih ketika tahu mereka juga tak mungkin diubah. Ketamakan mereka tak kalah besarnya.
Dan di usia senja–saat nafasku divonis dokter tak panjang lagi–aku insyaf: aku harus mulai (mengubahnya) dari diriku sendiri. Dari sini, bisa jadi kerinduanku akan terwujud, mengubah keluargaku. Dan lewat mereka, mungkin baru mengubah negeriku tercinta. Dan siapa tahu, kerinduanku menggapai seluruh buana jagat. (Westminster Abbey Guide Book for Tourist, London, England, 1990)
Mungkin Aa’ Gym juga memperoleh inspirasi dari Westmisnter Abbey. Tapi hikmah adalah milik kaum Muslimin, maka ambillah ia dimanapun juga engkau menemuinya.